Sunday, 12 April 2015

RPP Ibadah Haji kelas 5 MI Lengkap dengan Rubrik


Thursday, 9 April 2015

Lagu untuk Mengenalkan Materi Fikih Tema Sholat Tarawih dan Sholat Witir

Lyric : Anak Kambing Saya

Marilah kawan kita belajar Fikih
Macam-macam solat pada bulan Ramadhan

Reff :
Ada solat tarawih
Ada solat witir
Semuanya itu
Sunnah tuk dikerjakan

Sholat tarawih ada 8 raka'at
Tambah sholat witir ada 3 raka'at

Back to reff

Lagu untuk Sekolah/Kelas

Lagu ini dibuat untuk memberikan semangat kepada anak-anak di sebuah kelas/ sekolah

Lyric : Laskar Pelangi

Kami anak yang patuh
Kami anak yang sopan dan santun
Rajin belajar rajin ibadah
Kamilah anak Nurul Iman

Reff :
Kami anak MI Nurul Iman
Hormat pada guru sayang teman
Kami ke sekolah penuh harapan
Sukses di masa depan....
 

Lagu Warna (Colours) dalam Bahasa Inggris

Lagu ini sengaja dibuat untuk mempermudah anak-anak mengingat nama-nama warna dalam bahsa Inggris.

 Lyric : Lagu potong bebek angsa


Yellow itu kuning red itu merah
Green itu hijau blue itu biru
Gray abu-abu purple itu ungu
White itu putih and black itu hitam

Pink merah muda, brown itu coklat
orange itu jingga atau oranye
Itulah kawan nama-nama warna
Belajar bahasa Inggris menyenangkan

Friday, 6 March 2015

Ibu, Sang Pemahat Karakter Anak

Ibu, Sang Pemahat Karakter Anak
By : Maria Ulfah, S.Pd.I (Relawan SGI Angkatan 7)
Peran perempuan di era global ini sangat beragam. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk turut berkontribusi dalam membangun bangsa, salah satunya melalui pendidikan.
Ibu adalah madrasah pertama, bagi anak-anak. Perannya dalam pendidikan mulai berjalan sejak ia mengandung si buah hati. Anak-anak tumbuh dalam sebuah kelauarga dalam asuhan ibu yang melahirkannya. Sejalan dengan tugas reproduksinya, ibu mempunyai peran yang lebih signifikan dari pada ayah pada pendidikan usia dini seorang anak. Tak dapat dipungkiri, seorang anak akan lebih dekat pada ibunya bila dibandingkan dengan ayah,  karena pada masa itu ibu memiliki kedekatan lebih intens dan mendalam dengan anaknya ketimbang ayah.
Sejak tumbuh dalam kandungan hingga usia 0-5 tahun sebagian besar anak banyak menghabiskan waktunya didampingi ibu tercinta. Kita mengenal usia dini (0-5 tahun) adalah masa keeemasan (golden age) seorang manusia yang akan menentukan usia-usia selanjutnya. Tentunya ibu lah yang paling berperan dalam mengisi masa paling cemerlang seorang anak yang pada akhirnya menjadi penentu perkembangan anak di masa berikutnya. Apabila seorang anak berada dalam asuhan seorang ibu yang baik dan mengerti bagaimana seharusnya ia berperan menjadi sosok ibu sekaligus guru bagi anaknya maka ia akan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berkarakter, namun sebaliknya apabila seorang anak ditangani oleh seorang ibu yang tidak mengerti bagamaimana seharusnya ia menjalankan fungsi dan peran sebagai ibu sekaligus guru bagi anak-anaknya maka ia akan tumbuh menjadi anak yang “bermasalah”.
Ibu adalah The First Teacher for Child (Guru pertama untuk anak). Sebagaimana namanya, guru (digugu dan ditiru), maka ia senantiasa menjadi teladan. Figur seorang ibu akan sangat menentukan karakter anaknya. Tak heran banyak anak-anak yang tumbuh cerdas dan baik ahlaknya lahir dari perempuan-perempuan luar biasa. Sebagaimana Hasan dan Husein cucu baginda Rasulullah, tumbuh sebagai pemuda pemberani yang cerdas dan tangguh lewat didikan seorang ibu yang luar biasa yakni Fatimah r.a. binti Muhammad SAW. Begitu pula dengan Bung Karno sebagai founding father republik ini ia juga lahir dari rahim seorang ibu yang luar biasa. Oleh karenanya tak berlebihan jika ada pepatah yang mengatakan “ Dibalik bangsa yang besar, ada wanita hebat di belakangnya”. Hal ini dikarenakan peranan perempuan yang begitu besar dalam menyiapkan generasi penerus bangsa selanjutnya. Di tangan para ibulah pendidikan usia dini anak diamanahkan. Meski dewasa ini lembaga pendidikan formal untuk anak usia dini seperti play group dan PAUD semakin menjamur, namun hal itu belum bisa dibandingkan dengan besarnya pengaruh pendidikan dalam keluarga, dimana ibu berperan sebagai tokoh utamanya.
Dewasa ini, bangsa yang tumbuh berkembang dengan pesat pendidikan karakternya adalah Jepang. Mengapa Jepang bisa menjadi negara maju seperti hari ini dengan generasi penerusnya yang kuat dan handal serta berkarakter? Ibu. Ya, jawabannya Ibu. Di Jepang ada julukan “kyoiku mama” atau dalam bahasa Indonesianya diterjemahkan “ibu pendidikan”. Kyoui mama adalah para ibu yang siap siaga menjalankan fungsi dan perannya sebagai ibu sekaligus guru pada anak-anaknya. Jangan heran, mereka bukan orang yang tak lulus sekolah, rata-rata dari mereka adalah para perempuan lulusan S1, S2 yang memilih untuk menjadi ibu rumah tangga sehingga ia bisa mendidik anaknya sebaik mungkin dengan tangannya sendiri. Begitu pula dengan pemerintahannya, pemerintah Jepang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada para ibu yang bersedia meninggalkan karier nya  demi menjadi ibu yang baik bagi putra putrinya. Lewat tangan ibu-ibu hebat itulah kini kita melihat Jepang tumbuh sebagai bangsa yang besar dan terhormat.
Fenomena di atas bukan berarti kita (ibu) harus meninggalkan karier dan kembali menjadi ibu rumah tangga saja. Tapi ini sebagai bentuk refleksi kita untuk melihat bagaimana pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak-anak bangsa kemudian menghasilkan sebuah kesadaran bagaiamana seharusnya kita bertindak. Bila kita berbicara tentang permasalahan pendidikan karakter pada anak bangsa, maka mari kita menilik pada pendidikan in-formalnya terlebih dahulu. Saya khawatir jangan-jangan akar permasalahan dari karakter ini bukan hanya pada guru-guru di sekolah yang kini kian menjadi sorotan, tapi justru ada pada keluarga. Saya ingin mengajak para pembaca mulai kembali melihat keluarga-keluarga kita terutama ibu. Sudahkah keluarga sebagai lembaga pendidikan in-formal pertama yang diterima oleh anak dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik? Apabila belum, maka mari kita bersama segera memperbaiki apa yang seharusnya diperbaiki, sehingga dikemudian hari kita dapat menyaksikan anak-anak kita tumbuh hebat dan berkarakter. Amin.

Tuesday, 25 November 2014

RPP KTSP Jenis Hewan dan Tumbuhan ynag Terancam Punah Kelas 6SD



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah                 : MIS Nurul Iman
Mata Pelajaran                : IPA
Materi Pokok                   : Jenis Hewan dan Tumbuhan Terancam Punah
Kelas/Semester                : VI/I
Pertemuan ke                  :
Alokasi  Waktu                : 2 x 35 menit

A.           Standar Kompetensi
Memahami pentingnya pelestarian jenis mahluk hidup untuk mencegah kepunahan
B.            Kompetensi Dasar
-          Mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang mendekati kepunahan
-          Mendeskripsikan pentingnya jenis mahluk hidup untuk perkembangan IPA dan kehidupan masyarakat
C.           Indikator Pencapaian Kompetensi
-          Menyebutkan jenis tumbuhan yang mendekati kepunahan
-          Menyebutkan jenis hewan yang mendekati kepunahan
-          Menjelaskan peran penting hewan dan tumbuhan bagi kehidupan
-          Mendeskripsikan cara penanggulangan kepunahan hewan dan tumbuhan langka
D.           Tujuan Pembelajaran
-          Siswa diharapkan dapat menyebutkan jenis tumbuhan yang mendekati kepunahan
-          Siswa diharapkan dapat  menyebutkan jenis hewan yang mendekati kepunahan
-          Siswa diharapkan dapat menjelaskan peran penting hewan dan tumbuhan bagi kehidupan
-          Siswa diharapkan dapat mendeskripsikan cara penanggulangan kepunahan hewan dan tumbuhan langka

E.            Materi Pokok
1.      Jenis tumbuhan yang mendekati kepunahan
2.      Jenis hewan yang mendekati kepunahan
3.      Peran penting hewan dan tumbuhan bagi kehidupan
4.      Cara penanggulangan kepunahan hewan dan tumbuhan langka

5.             Metode/Strategi Pembelajaran
a.      Metode        : Ceramah, Tanya Jawab, Penugasan dan Diskusi
b.      Strategi        : What In The Out Class dan TV Comercial

6.             Kegiatan Pembelajaran


Kegiatan pembelajaran
Waktu
Model Pembelajaran
Pendahuluan
·      Guru mengawali kegiatan belajar secara Islami : Salam pembuka, doa sebelum memulai pelajaran
·      Guru memberikan apersepsi sebelum pembelajaran dimulai
·      Guru  menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
10 menit
Ceramah



Tanya Jawab
Inti
·      Siswa diberi instruksi untuk menemukan beberapa gambar terkait jenis tumbuhan dan hewan yang terancam punah yang telah disebar guru pada beberapa titik di luar kelas
·      Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peran penting tumbuhan dan hewan bagi kehidupan
·      Siswa dibagi menjadi empat kelompok
·      Setiap kelompok diminta mendiskusikan bagaimana cara menanggulangi kepunahan jenis hewan dan tumbuhan langka dalam bentuk sebuah iklan TV
·      Masing-masing perwakilan kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya
·      Siswa bersama-sama dengan guru memberikan masukan dan saran serta apresiasi pada tiap kelompok
120 Menit

What in The Out Class




Main Mapping




Parodi Iklan

Penutup
·      Siswa diberi kesempatan bertanya tentang materi yang belum mereka fahami
·      Guru memberikan kesimpulan dari materi yang disampaikan
·      Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan selanjutnya
·      Guru mengakhiri pelajaran secara Islami : Do’a setelah belajar, salam penutup
10 menit



Tanya Jawab


Ceramah





7.        Sumber dan Alat
a.    Sumber :
·         Haryanto, 2012. Sains Untuk SD/MI Kelas VI, Jakarta : Erlangga
·         Puty Yousnely, dkk, 2010. Ilmu Pengetahuan ALam SD Kelas VI, Bandung : Yudhistira
b.    Alat
-       Spidol
-       Double Tape
-       Kertas Gambar
-       Foto-Foto hewan dan tumbuhan

8.         Penilaian
Aspek yang dinilai
Jenis Penilaian
Bentuk Instrumen
Kognitif
Tes Tulis
Soal  (Moving Question)
Afektif
Pengamatan siswa di kelas
Rubrik Sikap
   


Mengetahui
Kepala MIS Nurul Iman


Asep, S. Pd. I
NIP. 19976007 200103 2 007
       Parung, 06 Oktober 2014


Guru Kelas


Maria Ulfah S.Pd.I
NIP. 10410027

Rubrik Penilaian Afektif
Aspek Penilaian : Aktif
Nama Siswa : ………………………
No
Aspek yang dinilai

Skor
Nilai
1
2
3
4
1
Menanggapi pendapat orang lain selama proses pembelajaran





2
Mengajukan pertanyaan selama proses pembelajaran





3
Menyampaikan ide/pendapat selama proses pembelajaran





4
Bekerjasama dalam kelompok





Total